Sabtu, 25 Agustus 2012

Bahagia itu sederhana

Belajar dari mantan teman hati,, untuk bahagia itu sederhana saja nit...

Pertama, Tutup lembaran lama, buka lembaran baru. 
Lupakan masa lalu, lalu tatap masa depan dengan semangat yang baru. Jadi jangan pernah melodrama lagi dong nit. Hari berkabung sudah selesai. Semua masa lalu cuma tinggal cerita yang tidak akan bisa diubah lagi. Sejarah kan bukan untuk ditangisi, tapi untuk diambil pelajarannya agar kelak kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Hapus airmata, lalu tersenyumlah karena esok matahari pasti bersinar lagi :) *mudah2an ga ujan ya :p

Kedua, Syukuri apa yang Allah beri. 
Semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Sutradara Kehidupan yang sesungguhnya. Ada hal-hal  yang tidak bisa kita tawar-tawar lagi. Kita tidak bisa memilih mau lahir dari keluarga yang seperti apa, mau terlahir dari suku apa, mau lahir dengan fisik dan psikis yang seperti apa. Syukuri saja semua yang sudah Allah atur. Syukuri semua nikmat yang sudah kita nikmati. Jangan hanya mengeluh mau ini mau itu, tapi usaha pun nggak. Semua yang kita bisa miliki dan nikmati saat ini, sesuai dengan kemampuan dan usaha kita selama ini. Mau lebih? Usaha lagi dan tentunya tetap bersyukur. Bukankah Dia sudah bilang, "Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu..".

Ketiga, Berbahagia untuk kebahagiaan orang lain. 
Tidak perlu gelisah melihat teman-teman sudah punya pasangan. Tidak perlu iri melihat teman-teman sudah punya pekerjaan yang dirasa lebih baik dari kita. Tidak perlu panik melihat mantan sudah memulai hidup bahagia dengan pasangan barunya. Tarik ujung bibir sebelah kanan 2 cm, tarik ujung bibir sebelah kiri 2 cm :D Lalu terseyumlah. Tersenyum untuk kebahagian mereka yang kita sayangi, mereka yang tidak kita sukai, mereka yang melukai kita. Bukankah orang bijak pernah bilang, "Bukanlah kita tersenyum karena kita bahagia, tapi kita berbahagia ketika kita tersenyum". Trus gimana yah kalo kita masih ga bisa melakukannya. Mungkin hukum interaksi sosial berlaku disini. "Mengerti terlebih dahulu, baru minta dipahami". Jadi belajar memahami orang lain terlebih dahulu, baru bisa memahami kesedihan dan juga kebahagiaannya. Dengan memahaminya, kita baru bisa melihat dan merasakan kebahagiaannya juga.

Keempat, Fokus pada perbaikan diri, bukan orang lain.
Kita ini tempatnya salah. Dan memang tidak diciptakan sempurna. Tapi kita punya akal dan hati, jadi selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri, selama ada kemauan dan jauh dari rasa malas lho nit :p Fokuslah untuk selalu memperbaiki diri, bukan mengeluhkan keadaan dan orang lain. Fokuslah untuk perbaikan kualitas diri dari segi apapun, lalu nikmati semua fase perkembangannya :) Kita mungkin ga bisa mengubah orang lain, tapi kita bisa mengubah diri sendiri. Konon katanya, kehidupan itu merupakan pantulan dari perilaku kita. Seperti apa sifat, sikap dan perbuatan kita, seperti itulah balasan yang kita terima dari orang lain.

Kelima, Bersemangat mencapai semua impian. 
Berarti jauh dari rasa malas, jauh dari rasa ga sanggup, jauh dari rasa ga pd, jauh dari putus asa. Selalu yakin bahwa ketika impian-impian sudah digantung di langit-langit, rencana-rencana disusun sedemikian baiknya, doa-doa dipanjatkan, dan action dimulai, maka alam semesta akan berpadu untuk merealisasikannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Ladyspiliang Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger