Rabu, 15 Agustus 2012

Belajar dari Monkey dulu ya :D

 
Saya teringat cerita seorang guru ngaji di masjid. Pada satu hari di hutan, saat angin berhembus kencang, seekor monyet berpegangan erat pada sebatang pohon. Sangat erat, hingga ketika pohon terombang ambing pun, si monyet yang mencengkeram batang pohon tersebut tetap bisa bertahan disana. Tidak terjatuh atau terhempas sama sekali. Lalu di satu waktu yang lain, ketika angin bertiup sepoi-sepoi, tiba-tiba si monyet terjatuh. Rupanya dia sedang berleha-leha sambil rebahan di pohon kesayangannya tersebut. Dikiranya hanya angin sepoi-sepoi, jadi dia tidak merasa perlu berpegangan erat di batang pohon.

Cerita itu sederhana sekali, tapi membekas dalam ingatan saya. Mirip sekali seperti saya barangkali. Bukan fisiknya yang mirip lho ya :p Ketika sedang ditimpa masalah, maka saya akan berkata, "Ya Allah.. tolonglah... tolonglah.. tolonglah...". Doa-doa dipanjatkan dengan sepenuh harap, khusyuk sekali dalam melantunkan doa sehabis sholat. Merasakan ketergantungan yang sangat dengan Allah. Maka dalam ujian kesulitan itu, kita malah tambah kuat.

Tapi ketika sedang dalam keadaan lapang, saya merasa ada banyak waktu untuk bersantai, menunda-nunda mendekati-Nya. Lalu selesai sholat, berdoa pun menjadi ingin cepat selesai. Mungkin berpikir sedang tidak terlalu membutuhkan bantuanNya, maka jiwa menjadi lalai. Merasa cukup ahli menyelesaikan urusan sendiri. Maka inilah ujian dalam bentuk kesenangan itu. Dan kita sering jatuh ketika ada disini..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Ladyspiliang Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger