Cerita itu sederhana sekali, tapi membekas dalam ingatan saya. Mirip sekali seperti saya barangkali. Bukan fisiknya yang mirip lho ya :p Ketika sedang ditimpa masalah, maka saya akan berkata, "Ya Allah.. tolonglah... tolonglah.. tolonglah...". Doa-doa dipanjatkan dengan sepenuh harap, khusyuk sekali dalam melantunkan doa sehabis sholat. Merasakan ketergantungan yang sangat dengan Allah. Maka dalam ujian kesulitan itu, kita malah tambah kuat.
Tapi ketika sedang dalam keadaan lapang, saya merasa ada banyak waktu untuk bersantai, menunda-nunda mendekati-Nya. Lalu selesai sholat, berdoa pun menjadi ingin cepat selesai. Mungkin berpikir sedang tidak terlalu membutuhkan bantuanNya, maka jiwa menjadi lalai. Merasa cukup ahli menyelesaikan urusan sendiri. Maka inilah ujian dalam bentuk kesenangan itu. Dan kita sering jatuh ketika ada disini..

0 komentar:
Posting Komentar